
kadang aku takut kau datang
larut bersama hujan
mengabur kelabu jalan
samar berbaur dengan selokan
ah! tapi kan kau hanya kenangan
dinding masa lalu yang penuh lubang
seperti angin mencangkung rerumputan
wajahmu pucat
hanya ujung-ujung jarimu
mengibas jua warna debu