kutelusuri hitam
pada matamu
sebuah lorong
demikian jauh
sebuah harapan
oh! mengapa begitu rapuh?
apakah sekedar bahagia
terbaca di ujung sana?
seperti rahasia
yang pernah disembunyikan takdir pada kita
seperti bianglala
menanti hujan menyibakkan mega
jika cinta ini mimpi
maka bangunkanlah
biar kuhentikan langkah
agar tak lagi terperanjat
saat mentari berjingkat
memulas pagi pada kaca
bukankah di jendela itu juga
hari pernah menenggelamkan senja?