di ujung pita pelangi, yang kaugenggam satu-satu, untuk kutulis sebaris puisi...




   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, June 02, 2006
kata-kata

JA005303 - Mailbox Among Wild Daylilies

konon,
kata-kata sering merasa gagal
menyampaikan sejurus saja makna tunggal
 
seperti menggambar garis
dan menemukannya berjatuhan
jadi seribu gerimis
 
seperti menggubah sajak
yang kembali terpenjara
dalam bising nyanyian serak
 
lalu hendak ke mana kan kutanam makna?
 
berhamburan di udara
rumput-rumput di bawahnya
terdiam menelan sisa-sisa suara

Posted at 11:40 am by kation
Comments (4)  

Thursday, June 01, 2006
menoleh ke kota itu

42-16878235 - Indonesia - Earthquake Victim

menoleh kota itu
seperti menjenguk masa lalu
"sudah saatnya," katamu
 
ruang poranda dalam kenang
riak air bergoyang
cahaya padam
 
aneh!
betapa lambat kita membaca
isyarat luka
abad-abad silam
 
dulu, cerita duka, katanya
bersembunyi di gunung dan hutan-hutan
tempat awan kemerahan
mengeliat sesaat dan pergi melenggang
tinggalkan pijar kemarahan
dingin tatap batuan
 
tak pernah kaubayangkan, bukan?
pedih itu terbaca di lautan
 
tempat gelombang bergulingan
menahan terik menghunjam
 
tempat biru kelam menyembunyikan
tahun-tahun tak terperikan
 
menyimpan tafsir yang bahkan
takkan sekalipun kauangankan
 
konon, sampai juga di kota
pagi subuh itu
saat wajah tua kereta
masih berbau malam
 
dan tiba-tiba kita kehilangan kata
ketika duka
duka
hanya duka
 
bahagia kemarin terguncang
terserak jadi kenangan
 
turut berduka cita buat yogya 27 mei 2006

Posted at 04:26 pm by kation
Make a comment  

Wednesday, May 24, 2006
Ukuran Sukses

70580-68 - Scientists Working In Lab

.... ada cerita dikit di luar reuni. Seorang dosen senior terlihat tidak suka dengan pilihan beberapa alumni yang memilih bekerja di luar bidang kimia, ataupun yang memilih menjadi PNS. Dia lebih menghargai alumni yang bener-bener kerja di bidang kimia.

Pas dia nanya gw kerja di mana, trus gw bilang kalo gw kerja di penerbitan sebagai editor dan sebelumnya gw keluar dari perusahaan farmasi, keliatan banget gak sukanya dan gak antusias ngobrol sama gw (gw gak bisa ngebayangin ekspresinya, kalo terus terang gw bilang: Ih ibu, saya 'kan lulus kimia cuma buat dapet gelar S1 doang, cita-cita saya yang sebenarnya kan mo jadi komikus, penulis cerita anak dan illustrator buku. Shock banget kali ya kalo gw bilang gitu).

Gw jadi rada bete juga sih. Cara pandang mereka dan gw terhadap kesuksesan karier dah beda. Kesuksesan karier buat gw adalah kalo gw bisa mencapai cita-cita gw itu. Tapi kesuksesan karier buat mereka itu adalah bisa mencapai level manager diperusahaan berbau kimia dengan kerjaan yang berhubungan dengan ilmu kimia, dalam waktu sesingkat mungkin....

Forward mail itu kuterima siang ini. Dikirimkan oleh Diba, sahabatku sejak kuliah, dengan embel-embel hihihi sebagai pengantarnya. Aku juga sempat terkikik juga membacanya.

"Memang ukuran kesuksesan buat kamu apa Dib?"
Iseng kukirim pertanyaan lewat mail.

Dia menjawab cepat,
"Wah aku gak pernah mikirin definisi sukses itu apa, mungkin orang yang bisa mensyukuri apapun, karena dengan begitu apapun yang dia hadapi bisa dia terima dan artinya hatinya selalu bisa tenang kan? hehe... Kalo menurut kamu sendiri apa?"
 
Aku terdiam.
Apa ya?
 
Sebagai sesama dosen dengan yang disebut di forward mail itu, tentu saja aku juga tidak menganggap menjadi komikus atau ilustrator buku adalah ide yang baik untuk mewujudkan karier seorang ahli kimia. Tapi kalau aku sendiiri tidak tahu ukuran sukses, bagaimana juga aku bisa mengatakan ketidaksetujuanku?
 
Menapak tilas perjalanan karierku sendiri aku juga terheran-heran. Sejak SD sampai SMA bisa dibilang aku masuk kelompok terbaik. Tapi entah takdir entah nasib sehingga aku terdampar di ilmu kimia murni.
 
"Kimia?" kata orang-orang yang baru mengenalku dengan ngeri.
 
"Wow! Chemistry!" kata yang lainnya.
 
Aku tahu mereka pasti membayangkan aku seharian terkubur di lab, bermuka rumus dan berparfum bahan kimia.
 
Tapi memangnya aku seharian terkubur di lab?
Iya..
 
Memang bermuka rumus?
Kata temanku sih dari kecil mukaku kayak rumus...
 
Baumu kayak aseton?
Mmmm... mmm....
 
Yeeeeee!!
 
Tapi apakah aku sukses?
Waduh.... ga tau...
 
Sukakah aku dengan pekerjaanku?
Iyalah!
 
Apakah aku puas dengan karierku?
Lumayan..
 
Apakah kamu bahagia?
Banget! Inar baik banget sih hihi...
 
Sampai sini dialog dengan diri sendiri terhenti.
Hujan lebat di luar dan aku lupa membawa payung (lagi!).

Posted at 10:26 pm by kation
Comment (1)  

menanti

42-15216304 - Rain on Window

u/ sensei
 
"kita bicara,"
katamu
 
hujan di jendela
dan sepasang burung
daun-daun terayun
 
"kita bicara,"
katamu
 
hujan bercakap
di kaca
meratap
 
"kita bicara,"
katamu
 
hujan gemeretak
nada-nada berdetak
waktu beranjak diam-diam
menyingkir ke tepian bulan

Posted at 07:49 pm by kation
Comment (1)  

mungkin..

333-F-206-A6079 - Tall Grass

:buat Jepang tua yang ngeliatin tadi pagi
 
mungkin telah kulupakan kenangan itu
seperti juga kaulupakan namaku
 
seperti gurat yang luput terbaca
pada kerut kemerut dahi cemara
 
seperti gores mimpi yang menghilang
di kelam lembar-lembar langit malam
 
atau mungkin sebenarnya
tak pernah kaupahatkan ingatan itu?
 
karena sesungguhnya kita
sama sekali tak pernah bertemu?

Posted at 05:24 pm by kation
Comment (1)  

Tuesday, May 16, 2006
Dari sebuah Taman

42-15490255 - Acme Soap Trade Card

Telah lama kutunggu menyapa bunga-bunga di taman
Bercakap tentang petang yang menanti di ujung jalan
Tapi kata-kata tersaruk warna
Oh! Mengapa angkasa,
tak kunjung memantulkan mata mawar?
 
*****
 
Andai bisa ingin kupetik setangkai bunga
Kan kusemat pada sudut langit senja
Agar malam saat kekasihku tiba
Ia tahu telah kusimpan untuknya
sepanjang hari dan sepotong cinta
 
*****
 
Ada tulisan tangan tak terbaca di dinding bata
Hanya sekedar aksara?
Atau telah terluka sepotong makna
Yang pernah dilekatkan oleh jerit bunga-bunga?
 
*****
 
Seorang anak bermain ayunan
"Aku telah terbang!"
"Kau tahu tertendang olehku sepotong awan!"
 
*****
 
Sebutir bola di bawah luncuran
Di wajahnya tergores bilur tentang siang
"Aku masih ingin bergulir dan mengalir!"
"Aku masih ingin melompat dan didekap!"
 
*****
 
Tiba-tiba angin mewartakan penghujan
Debu dan titik-titik menghunjam jalan
Tangan-tangan cemara menari
Merah senja berlari ke tepian hati
 
Adakah yang tertinggal 
dari hari yang tanggal?
 
Melangkah dalam pelukan petang
Kulihat remang
Rebah dari ujung tangkai ilalang

Posted at 01:37 pm by kation
Make a comment  

Previous Page Next Page