|
mungkin kau yang bernama gerimis, yang gemar mencipta garis
sayup menapak jalan berdebu
jemari ragu menyibak paras waktu
adakah yang ingin kausampaikan, suara gemerisik di udara muram?
"aku ingin menuju biru lautan,"
tapi kau tersendat di tepian dahan
kilau yang bergelayut di ujung dedaunan
"mungkin dapat kulukis pelangi di langit senja,"
tapi kau tergelincir menimpa batuan
tapi kau mengalir menuju selokan
tapi kau purna di balik kelokan
atau sesungguhnya kau hanyut dalam impian?
"aku akan pergi menuju masa depan,"
tapi butirmu telah menghilang
tapi bisikmu menjelma denting kesunyian
kautahu sayang,
jeda yang kautinggalkan
terusik lonceng jam yang tak sengaja berkelontang
tepat lima kali di antara petang
atau sesungguhnya kau telah hanyut dalam mimpi masa depan?
|
| Leave a Comment: |