Entry: 1 st Wednesday, September 20, 2006



telah kutumbuhkan sunyi
pada tangkai-tangkai hati
tempat kilau embun
setia terayun
tempat pelangi
jatuh terjulai diseka matahari
 
dari kaki-kaki ilalang
angin beriringan
menyanyikan nada-nada
yang sedang kita coba tuliskan
 
ah! cuaca tak pernah sabar bukan?
mengirim hujan
meruntuhkan setiap detik yang kita simpan
 
sementara waktu
tak lagi malu-malu
berlalu

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments