|
telah kutumbuhkan sunyi
pada tangkai-tangkai hati
tempat kilau embun
setia terayun
tempat pelangi
jatuh terjulai diseka matahari
dari kaki-kaki ilalang
angin beriringan
menyanyikan nada-nada
yang sedang kita coba tuliskan
ah! cuaca tak pernah sabar bukan?
mengirim hujan
meruntuhkan setiap detik yang kita simpan
sementara waktu
tak lagi malu-malu
berlalu |
| Leave a Comment: |