<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>kation2</title>
    <link>http://kation2.blogdrive.com/</link>
    <description>KATION</description>
    <lastBuildDate>Wed, 20 Sep 2006 19:00:01 PDT</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2006.</copyright>
    <category>Poetry</category>
    <category>Writing</category>
    <item>
      <title>1 st</title>
      <link>http://kation2.blogdrive.com/archive/168.html</link>
      <pubDate>Wed, 20 Sep 2006 09:55:25 GMT</pubDate>
      <description>
telah kutumbuhkan sunyi
pada tangkai-tangkai hati
tempat kilau embun
setia terayun
tempat pelangi
jatuh terjulai diseka matahari
 
dari kaki-kaki ilalang
angin beriringan
menyanyikan nada-nada
yang sedang kita coba tuliskan
 
ah! cuaca tak pernah sabar bukan?
mengirim hujan
meruntuhkan setiap detik yang kita simpan

 
sementara waktu 
tak lagi malu-malu
berlalu</description>
      <comments>http://kation2.blogdrive.com/comments?id=168</comments>
    </item>
    <item>
      <title>kutelusuri hitam</title>
      <link>http://kation2.blogdrive.com/archive/167.html</link>
      <pubDate>Wed, 30 Aug 2006 12:53:38 GMT</pubDate>
      <description>
 
kutelusuri hitam 
pada matamu
sebuah lorong 
demikian jauh
sebuah harapan
oh! mengapa begitu rapuh?
 
apakah sekedar bahagia
terbaca di ujung sana?
 
seperti rahasia
yang pernah disembunyikan takdir pada kita
 
seperti bianglala
 menanti hujan menyibakkan mega
 
jika cinta ini mimpi
maka bangunkanlah
biar kuhentikan langkah
agar tak lagi terperanjat
saat mentari berjingkat
memulas pagi pada kaca
 
bukankah di jendela itu juga
hari pernah menenggelamkan senja?
 
 </description>
      <comments>http://kation2.blogdrive.com/comments?id=167</comments>
    </item>
    <item>
      <title>langit siang ini</title>
      <link>http://kation2.blogdrive.com/archive/166.html</link>
      <pubDate>Wed, 16 Aug 2006 04:28:42 GMT</pubDate>
      <description>
langit siang ini adalah padang 
terik yang sedang memandang
cakrawala yang menggenggam kehampaan
 
tak ada burung-burung di udara
mengepak sayap-sayap cuaca
menyibak lipatan-lipatan doa
 
angin bening
sehelai daun menguning
tiba-tiba?
atau syahdan pernah dimulai  suatu ketika?
 

tapi kita kenali perlahan-lahan
antara pohon dan bebatuan
antara hijau dan keheningan
tangkai-tangkai sepi
tumbuh meringkus hati
 
 </description>
      <comments>http://kation2.blogdrive.com/comments?id=166</comments>
    </item>
    <item>
      <title>mendung</title>
      <link>http://kation2.blogdrive.com/archive/165.html</link>
      <pubDate>Fri, 28 Jul 2006 05:05:40 GMT</pubDate>
      <description>
kemanakah menghilang warna-warna bunga
jatuh terbantun pada dinding cuaca
saat pagi mengetuk kaca
tak kita temukan ceria kata-kata
 
untuk melukis fajar yang kehilangan jingga
pun demi menghapus murung di hari mendung
 
kemana pula mimpi yang kita dekap di dalam kelam
yang mengigau saat langit melukis bulan
 
meringkuk bersama burung-burung di balik dedaunan?
atau sedang mencabik segumpal awan sepenuh asa? 
 
 </description>
      <comments>http://kation2.blogdrive.com/comments?id=165</comments>
    </item>
    <item>
      <title>warna kenangan</title>
      <link>http://kation2.blogdrive.com/archive/164.html</link>
      <pubDate>Mon, 10 Jul 2006 09:43:51 GMT</pubDate>
      <description>
kadang aku takut kau datang
larut bersama hujan
mengabur kelabu jalan
samar berbaur dengan selokan
 
ah! tapi kan kau hanya kenangan
dinding masa lalu yang penuh lubang
 
seperti angin mencangkung rerumputan
wajahmu pucat
 hanya ujung-ujung jarimu
mengibas jua warna debu
 </description>
      <comments>http://kation2.blogdrive.com/comments?id=164</comments>
    </item>
    <item>
      <title>mungkin kau yang bernama gerimis</title>
      <link>http://kation2.blogdrive.com/archive/163.html</link>
      <pubDate>Sat, 08 Jul 2006 03:28:47 GMT</pubDate>
      <description>
mungkin kau yang bernama gerimis, yang gemar mencipta garis
sayup menapak jalan berdebu
jemari ragu menyibak paras waktu
 
adakah yang ingin kausampaikan, suara gemerisik di udara muram?
 
&quot;aku ingin menuju biru lautan,&quot;
 
tapi kau tersendat di tepian dahan
kilau yang bergelayut di ujung dedaunan
 
&quot;mungkin dapat kulukis pelangi di langit senja,&quot;
 
tapi kau tergelincir menimpa batuan
tapi kau mengalir menuju selokan
tapi kau purna di balik kelokan 
 
atau sesungguhnya kau hanyut dalam impian?
 
&quot;aku akan pergi menuju masa depan,&quot;
 
tapi butirmu telah menghilang
tapi... (more)</description>
      <comments>http://kation2.blogdrive.com/comments?id=163</comments>
    </item>
    <item>
      <title>kata-kata</title>
      <link>http://kation2.blogdrive.com/archive/162.html</link>
      <pubDate>Fri, 02 Jun 2006 02:40:33 GMT</pubDate>
      <description>
konon,
kata-kata sering merasa gagal
menyampaikan sejurus saja makna tunggal
 
seperti menggambar garis
dan menemukannya berjatuhan
jadi seribu gerimis
 
seperti menggubah sajak
yang kembali terpenjara
dalam bising nyanyian serak
 
lalu hendak ke mana kan kutanam makna?
 
berhamburan di udara
rumput-rumput di bawahnya 
terdiam menelan sisa-sisa suara</description>
      <comments>http://kation2.blogdrive.com/comments?id=162</comments>
    </item>
    <item>
      <title>menoleh ke kota itu</title>
      <link>http://kation2.blogdrive.com/archive/161.html</link>
      <pubDate>Thu, 01 Jun 2006 07:26:26 GMT</pubDate>
      <description>


menoleh kota itu 
seperti menjenguk masa lalu
&quot;sudah saatnya,&quot; katamu
 
ruang poranda dalam kenang
riak air bergoyang
cahaya padam
 
aneh! 
betapa lambat kita membaca
isyarat luka 
abad-abad silam
 
dulu, cerita duka, katanya
bersembunyi di gunung dan hutan-hutan
tempat awan kemerahan
mengeliat sesaat dan pergi melenggang
tinggalkan pijar kemarahan
dingin tatap batuan
 
tak pernah kaubayangkan, bukan?
pedih itu terbaca di lautan
 
tempat gelombang bergulingan
menahan terik menghunjam
 

tempat biru kelam menyembunyikan 
tahun-tahun tak terperikan
... (more)</description>
      <comments>http://kation2.blogdrive.com/comments?id=161</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Ukuran Sukses</title>
      <link>http://kation2.blogdrive.com/archive/160.html</link>
      <pubDate>Wed, 24 May 2006 13:26:14 GMT</pubDate>
      <description>
.... ada cerita dikit di luar reuni. Seorang dosen senior terlihat tidak suka dengan pilihan beberapa alumni yang memilih bekerja di luar bidang kimia, ataupun yang memilih menjadi PNS. Dia lebih menghargai alumni yang bener-bener kerja di bidang kimia. 

Pas dia nanya gw kerja di mana, trus gw bilang kalo gw kerja di penerbitan sebagai editor dan sebelumnya gw keluar dari perusahaan farmasi, keliatan banget gak sukanya dan gak antusias ngobrol sama gw (gw gak bisa ngebayangin ekspresinya, kalo terus terang gw bilang: Ih ibu, saya 'kan lulus kimia cuma buat dapet gelar S1 doang, cita-cita... (more)</description>
      <comments>http://kation2.blogdrive.com/comments?id=160</comments>
    </item>
    <item>
      <title>menanti</title>
      <link>http://kation2.blogdrive.com/archive/159.html</link>
      <pubDate>Wed, 24 May 2006 10:49:56 GMT</pubDate>
      <description>

u/ sensei
 
&quot;kita bicara,&quot; 
katamu
 
hujan di jendela
dan sepasang burung 
daun-daun terayun
 
&quot;kita bicara,&quot; 
katamu
 
hujan bercakap 
di kaca
meratap
 
&quot;kita bicara,&quot; 
katamu
 
hujan gemeretak
nada-nada berdetak
waktu beranjak diam-diam
menyingkir ke tepian bulan</description>
      <comments>http://kation2.blogdrive.com/comments?id=159</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
